Jumat, 01 Juli 2011

Cara Bapak Membahagiakan Anaknya

Beginilah cerita seorang bapak bahagiakan anaknya :

Karena hujan yg tidak kunjung berhenti, akhirnya saya memutuskan menerobos hujan.
Dan sampai di stasiun senen, perut udah ga bisa diajak kompromi, akhirnya saya memutuskan mampir di warung nasi tenda dipinggir jalan..

lagi asik asiknya menikmati pecel lele, masuklah seorang bapak, dg istri & 2 anaknya..
Yg menarik adalah kendaraan mereka adalah gerobak dorong..
Lalu bapak ini memesan 2 piring nasi & ayam goreng utk istri & anaknya.

Pertamanya sih ga ada yg menarik, tetapi ketika saya selesai makan, ada yg menarik hati saya.. Ternyata, yg menikmati makanan itu hanya istri dan anaknya. Sedangkan sang bapak hanya melihat istri & anaknya menikmati makanan ini.

Sesekali saya melihat anak ini tertawa senang sekali,& sangat menikmati ayam goreng yg dipesan oleh bapaknya..
Saya perhatikan, wajah sang bapak, walau tampak kelelahan terlihat senyum bahagia di wajahnya..

Lalu saya mendengar dia berkata..
" makan yg puas Nak, toh..hari ini tanggal kelahiranmu.."
Saya terharu mendengarnya..Langsung terenyuh hati ini.
seorang bapak, dgn keterbatasannya, sebagai (mungkin) pemulung.. memberi ayam goreng warung tenda dipinggir jalan , untuk hadiah anaknya..
Hampir mau menangis rasanya saya diwarung itu..

Segera sebelum air mata ini tumpah, saya berdiri,& membayar makanan saya,& juga dengan pelan pelan saya bilang sama penjaga warung...
"mas, tagihan bapak itu, saya yg bayar..dan tolong tambahin ayam goreng dan tahu tempe" Lalu lekas lekas saya pergi.

Kita biasa makan di Sushi-Tei, Kentucky, Mc Donald, Hoka Hoka Bento, Pizza Hut dsb...
Tetapi bagi org disekitar kita, pecel lele dipinggir jalan, adalah makanan mewah buat dia.

Tentu ada kisah yang lebih mendalam lagi, bukan hanya pecel lele. Seorang isteri sahabat nabi ketika suaminya pulang dari bepergian jauh (perang, tugas, dll) ditanya suaminya :

Suami : Adakah sesuatu yang bisa dimakan
Isteri : tunggu sebentar .. (sebenarnya isteri tidak enak kalau menjawab tidak ada, tetapi kalau dia bilang ada maka dia telah berdusta, karena kenyataanya memang tidak ada makanan.

Isteri lalu kedapur menuangkan air diatas panci dan dimasaknya

Suami : Kok lama sekali masaknya
Isteri : tunggu sebentar suamiku, isteri lalu menutup panci dengan tutupnya, (barangkali agar suami tidak mengetahui bahwa sebenarnya tidak ada apa-apa di panci tersebut)

Dan ketika suaminya menanyakan lagi, isterinya lalu berterus terang pada suaminya bahwa tidak ada makanan apapun di panci tersebut, Namun ternyata setelah dibuka apa yang terjadi?

Panci tersebut berisi daging kambing yang siap dimakan, dan tiba-tiba mesin penggiling gandumnya juga berjalan sendiri dan mengeluarkan gandum.

Kejadian tersebut lalu dilaporkan ke Rosulullah, lalu disampaikan bahwa apabila isteri tersebut mengambil gandum itu sedikit demi sedikit, tidak langsung semua dituang, maka gilingan gandum tersebut akan berjalan terus sampai hari kiamat.

Subhanallah

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More